Waroeng Ciragil

Ruko Green Garden Blok Z-2 No. 20-21
Jl. Raya Panjang
Jakarta Barat

Phone: 021.5835.7453, 021.5835.7452
E-mail: robby_family1980@yahoo.com
Website: http://www.waroengciragil.com

Area: Green Garden

Price range per person:

Rp 20rb - 80rb

Payment:

Cash, Credit card, Debit card

Hours of operation:

Senin - Minggu, 10.00 - 22.00

Restaurant capacity:

kurang lebih 100 orang

Reservation:

Recommended

This information has been accessed:

466 times

15% all food

Pembelanjaan minimal Rp 100.000 akan mendapatkan voucher 15% untuk pemakaian berikutnya.
View all promotions
View all branches »
Photo for Waroeng CiragilPhoto for Waroeng CiragilPhoto for Waroeng CiragilPhoto for Waroeng Ciragil

About Waroeng Ciragil:

Ketoprak. Makanan yang satu itu nyaris tidak ada istimewanya jika berada di Jakarta. Maklum saja, ketoprak yang dikenal sebagai salah satu santapan khas Betawi ini bertebaran di Jakarta. Herannya, yang berjualan bukan orang Betawi yang merupakan penduduk asli Jakarta. Kebanyakan penjual ketoprak adalah pendatang dari daerah Jawa Tengah.

Namun ketoprak menjadi istimewa ketika berbicara mengenai ketoprak Ciragil. Usaha ketoprak ini usianya nyaris setengah abad. Dimulai oleh seorang pendatang dari Pekalongan yang berdagang keliling dengan menggunakan gerobak, lantas sejak tahun 1990-an mulai memiliki kedai tetap di Jalan Ciragil, Jakarta Selatan. Bukan karena usianya yang sudah tua, kelezatan ketoprak ini membuat banyak orang bergairah jika membicarakannya.

Ingin tetap istimewa, ketoprak Ciragil tidak pernah membuka cabang. Namun pada akhir tahun lalu, pengusaha yang sukses dengan Gado-Gado Boplo mendirikan restoran Waroeng Ciragil dengan menu andalan ketoprak. Menu ini konon diambil dari resep pemilik ketoprak Ciragil. Bahkan foto pembuatnya juga terpampang di sana.

"Itu yang punya resepnya," kata Carsam, supervisor Waroeng Ciragil pertama di Jalan Panjang, Kedoya (Green Garden), Jakarta Barat, sambil menunjuk pada gambar perempuan bertutup kepala itu.

Perjalanan panjang ketoprak Ciragil itu bukan hanya dikenal Carsam atau orang-orang di balik Waroeng Ciragil, tetapi juga di kalangan pecinta kuliner Jakarta. "Kami mengangkat dia, yang (berdagang) dari (gerobak) dorongan, kemudian jadi warung kecil-kecilan, sekarang masuk ke restoran," tutur Carsam yang mengatakan akan membuka cabang Waroeng Ciragil sebanyak enam gerai tahun ini. Cabang pertama di Jalan Barito telah beroperasi, disusul dengan cabang di Krekot, Wahid Hasyim, Blora, Pluit, dan Casablanca.

Karena membawa nama Ciragil, Carsam selalu mendapat pertanyaan dari pelanggan yang rata-rata sudah mengenal ketoprak Ciragil di Kebayoran Baru. "Mereka selalu nanya, sama nggak sama yang di Ciragil (Kebayoran Baru). Rata-rata pelanggan di sini memang sudah mengenal ketoprak yang di sana," kata Crasam.

Apa sih yang membuat ketoprak ini begitu digilai? Carsam berpendapat, bumbu ketoprak ini berbeda. Sebagian pecinta kuliner yang membicarakannya di beberapa situs internet mengatakan bahwa bumbu kacangnya dicampur dengan kacang mede.

"Itu kan rahasia, nggak boleh dibuka. Rasanya lebih gurih dan bumbunya lebih halus," ujar Carsam yang menolak menegaskan. Perbadaan lainnya, campuran lontong yang digunakan dibuat seperti lontong pada umumnya, dengan dibungkus daun pisang, bukan ketupat seperti yang banyak dijual oleh penjual ketoprak keliling.

Seperti di kedai aslinya yang sederhana dan hanya bisa menampung belasan orang, ketoprak di tempat ini juga disajikan dengan tiga jenis telur berbeda: Telur dadar, telur rebus, dan telur asing, yang masing-masing dijual dengan harga Rp 17.500, Rp 16.000, dan Rp 18.500. Tentu harga sedemikian lebih mahal dibandingkan dengan harga ketoprak di Jalan Ciragil.



Nasi Waroeng Ciragil

Tidak sepenuhnya Waroeng Ciragil menjiplak menu di kedai ketoprak Ciragil di Kebayoran Baru. Ada beberapa menu tambahan khas Indonesia seperti: Sop buntut, rawon daging, soto betawi, nasi gudeg, nasi goreng, ayam kalasan, ikan gurame goreng, dan tentu saja gado-gado. Gado-gado ada dua jenis: Gado-gado lontong dan gado-gado cemara. Untuk menu yang terakhir ini nantinya akan dibuatkan gerai khusus di kawasan Menteng bernama Gado-gado Cemara.

Ada yang istimewa di tempat ini: Nasi Waroeng Ciragil. Menu yang satu ini memang tidak biasa karena diciptakan sendiri oleh mereka. Nasi Waroeng Ciragil disajikan dengan menggunakan replika mini kukusan klasik yang terbuat dari anyaman bambu, dengan lauk berupa ayam goreng dan lalapan lengkap dengan sambalnya.

Sebenarnya memakan nasinya rasanya sudah lengkap, karena nasi ini dicampur dengan serundeng kelapa, irisan daun jeruk, irisan kunyit, irisan kembang kecombrang, irisan bawang merah, serta ebi dan ikan asin jambal yang disuwir kecil-kecil. "Itu menu khas di sini, kami buat resepnya sendiri," kata Carsam.

Ya, jika ketoprak sudah menjadi menu biasa, Nasi Waroeng Ciragil ini menjadi menu yang tidak biasa.

Cuisine

  • Indonesian

Establishment

  • Restaurant (general)
  • Traditional

Dining options

  • Delivery
  • Dine in
  • Take out

Facility

  • Business dining
  • Family friendly
  • Indoor dining
  • Internet access (free)
  • Parking space
  • Party / events package
  • Romantic dining
  • Smoking section
1 visitor reviews Food: 3/5 Service: 1/5 Atmosphere: 3/5
Share your thoughts with other visitors:

ditori.com site help:

Site map : Help

Language selection:

Ubah ke Bahasa Indonesia

Copyright © 2007 - 2010 ditori.com.